25 May, 2007

Membuka Hati UntukNya

Semua manusia pasti ingin bahagia, tenang, dan damai dalam hidup sehari-hari, sehingga banyak sekali usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mencapainya. Tapi tak sedikit pula manusia yang sulit mencapainya. Barangkali mereka lupa, bahwa kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian yang sesungguhnya hanyalah ada di tangan Sang Pencipta.
Sadarkah kita bahwa sang Pencipta adalah Tuhan Yang Maha Pengasih (ar-Rahman) yang selalu mengasihi semua mahluk tanpa pilih kasih, tanpa kenal pamrih? Dari sinilah harus kita sadari bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik dan selalu menerangi semua mahluk dengan cahaya kasihNya yang Mahaindah. Karena itulah setiap mahluk mempunyai kesempatan yang sama untuk dapat hidup bahagia. Tidak cukupkah cahaya Ilahi untuk membuat kita bahagia? Apa yang bisa melebihi kebahagiaan sejati dari cahaya Ilahi? Mengapa kita sendiri masih belum bahagia padahal Allah selalu mengasihi kita, menerangi hati kita dengan cahaya kasihNya? Yang menjadi masalah adalah hati kita sendiri. Kita sendirilah yang menutup hati.

Sadarkah kita bahwa setiap kita melakukan emosi negatif ataupun perbuatan jelek lainnya, maka noda hitam akan timbul di hati? Kalau kita tidak mau peduli, semakin lama hati kita akan semakin tertutupi oleh noda hitam yang kita perbuat sendiri, sehingga seterang dan seindah apapun cahaya Ilahi yang dilimpahkan oleh Allah ke dalam hati, tak akan pernah kita sadari. Seperti orang yang sedang menutupkan kelopak matanya, tak akan pernah menyadari indahnya alam semesta. Tinggal buka mata, nikmati indahnya alam semesta. Tinggal buka hati, nikmati keindahan, kebahagiaan, dan kedamaian dari cahaya Ilahi. Bagaimana kita mau membuka hati? Tinggal buka tutupnya. Apa yang menutupi? Emosi negatif kita sendirilah yang menutupi, semisal marah, iri/dengki, sombong, sakit hati, dendam, benci, ingin dipuji, keserakahan, dan masih banyak lagi yang lain-lainnya.

Bagaimana caranya untuk mulai mengurangi semua emosi negatif tersebut? Kita harus punya keinginan kuat untuk sadar, berusaha sebaik mungkin, dan yang terpenting adalah rajin berdo'a untuk memohon agar emosi negatif tersebut dibersihkan, dikeluarkan, dan digantikan dengan cahaya Ilahi. Ingatlah bahwa dalam berdo'a, hati kitalah yang terpenting. Janganlah terburu-buru dalam berdo'a. Biarkan do'a kita tidak hanya keluar dari lisan, tapi muncul dari dalam hati kita dengan sepenuh perasaan.

sumber :
http://kotasantri. com/beranda. php?aksi= Detail&sid=691

0 comments:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More