16 December, 2006

MEMELIHARA DIRI

Akhirat itu ialah hari yang terakhir,hari kemudian,hari pembalasan, hari dikumpulkannya manusia untuk menerima balasan yang sempurna. Percaya terhadap hari akhirat itu termasuk rukun iman yang enam. Dan hampir semua agama ada mempunyai kepercayaan kepada hari akhirat itu. Buat membayangkan bagaimana hebat dan dahsyatnya hari akhirat, baiklah kita perhatikan keadaan sebelumnya dan sekitarnya.

Setiap manusia yang hidup didunia ini ada mepercayai ajal yang tertentu,sangat terbatas. Apabila tiba ajalnya maka putuslah segala kesempatan baginya untuk bekerja dan beramal. Ketika itu berpisahlah ia dengan alam dunia ini untuk pindah kenegeri yang kekal yaitu negeri akhirat, tempat kesudahan segala makhluk. Berpisahlah ia dengan isteri dan anak2nya, berpisahlah ia dengan kedua ibu bapanya, berpisahlah ia dengan saudara2 dan keluarganya, berpisahlah ia dengan kawan dan sahabat2nya, berpisahlah ia dengan barang2 simpanan dan harta bendanya,perpisahlah ia dengan perniagaannya yang dikhawatirkan surutnya sewaktu hidupnya ,berpisahlah ia dengan sawah ladangnya yang dikhawatirkan tidak panen semasa hidupnya,berpisahlah ia dengan pangkat dan jabatan yang sangat dikejar2nya pada waktu hidupnya ,dan berpisahlah ia dengan rumah tangga yang sangat dicintai dan sangat disayanginya.

Dimanakah pertama kali kita diletakkan waktu berpisah dengan dunia dan segala isinya itu? Kita akan diletakkan didalam tanah yang sangat gelap,luasnya hanya sekedar meletakkan tubuh kasar kita,tiada dapat bergerak dan berkutik, tak ada teman yang menemani,tak ada sahabat yang menghibur ,bahkan memang dengan sengaja kita ditinggalkan sendiri,diwaktu dalam keadaan gelap gulita, datanglah binatang menghampiri kita, kutu dan ulat memakan kulit,daging dan tulang2 kita.

Demikianlah keadaan yang akan kita alami sebagai manusia,besar-kecil,tua-muda,laki2-perempuan, pejabat yang berpangkat-atau rakyat biasa, kaya-miskin, raja yang paling besar atau rakyat yang paling papa, semua sama keadaannya ditanah yang gelap itu,gelap dan sunyi senyap, kita disana sendiri dan terus sendiri sampai menghadap Allah tuhan yang Esa diakhirat untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah kita perbuat didunia ini.

Siapakah yang menolong kita pada waktu itu?.Siapakah yang dapat menghibur kita ditempat yang terasing itu? .Dan siapakah yang dapat meringankan kesusahan yang maha berat dan berbahaya itu?. Tiada lain dan tiada bukan melainkan hanyalah amal kita sendiri yaitu amal ketika kita masih hidup didunia ini. Dan ingat wahai hadirin,bahwa amal itu ada dua.Ada amal yang baik dan ada amal yang buruk.Amal yang buruk akan menjadi musuh kita yang selalu memburu, mengejar dan membahayakan kita ,dan amal yang baiklah yang akan menjadi kawan kita didalam kubur sampai keakhirat kelak.


Dunia ini adalah tempat bertanam,dan akhirat tempat memetik buahnya. Kalau didunia kita menanam kejahatan, kemungkaran, syirik, dan lain2 yang dilarang Allah, diakhirat akan memetik buahnya dineraka dan akan tinggal disana. Perhatikanlah firman Allah swt, yang menerangkan tentang kehidupan ahli neraka,yang berbunyi sbb ;

Artinya; Sesungguhnya pohon zaqum (buah neraka) itu makanan orang yang berdosa seperti kotoran minyak yang mendidih didalam perut,seperti mendidihnya air yang panas. ( Ad-Dukhoon 43-46 )

Artinya; Jika mereka haus meminta minum diberikanlah kepada mereka air yang seperti
Kotoran minyak yang membuat hangus muka2 alangkah buruknya minuman itu dan seburuk buruk tempat.( Al-Kahfi 29 )

Kalau kita ketika didunia menanam amal yang baik, perbuatan yang suci ,yang sesuai dengan perintah Allah, niscaya kita akan memetik buahnya didalam syorga,tempat kesenangan yang kekal dan abadi dinegeri akhirat buat selama lamanya.

Firman Allah swt ;

Artinya;Allah akan membalas mereka karena shabarnya dengan syurga,dan memberi pa kaian sutera, mereka berbaring didalamnya diatas pelaminan,tiada mereka lihat
matahari (yang membuat kepanasan ) dan tiada pula kedinginan.(Al,Insaan 12.13)

Untuk itu mari kita memperbanyak amal2 yang baik,dan memimpin keluarga kita untuk beramal sholih, agar terhindar kita dan keluarga kita dari siksa api neraka .Mudah2an kiranya Allah menjadikan kita ummat yang baik di dunia ini sampai keakhirat kelak , Aamiin ya Robbal `Aalaamiin.

Artinya;Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang2 yang tidak sombong dimuka bumi dan tidak berbuat bencana,dan kesudahan yang baik itu bagi orang2 yg berbakti.
( Al.Qashash.83)

(Oleh :Setia Budi P3NTR KAB.ASAHAN KEC.BUNTU PANE)

0 comments:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More