09 March, 2007

Sifat 'Ujub Berbahaya Bagi Kehidupan Kita

Marilah kita tetap bertaqwa kpd Allah swt,dengan sebenar2 taqwa,dan marilah kita ber’amal, bekerja,dan berkarya,berjuang dengan penuh keikhlasan.Janganlah sekali kali kita sertai ‘amal, kerja,karya,usaha maupun gerak juang kita dengan sifat2 tercela,seperti ,riya,sum’ah,takabbur dan ujub.

Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan,bahwa salah satu penyakit batin yang perlu dikikis dari hati kita,adalah sifat ‘ujub.Karena sifat ujub ini,adalah sifat yang sangat berbahaya. Bila menimpa seseorang,dia akan mendapat kebinasaan,dan menghilangkan pahala ‘amalnya.Bila ia menimpa suatu masyarakat atau suatu bangsa,maka masyarakat atau bangsa itu,akan menemui kebinasaannya. Nabi pernah mengatakan : Tiga penyakit jiwa yang membinasakan ; (1) Bakhil / Kikir yang diikutkan. (2) Hawa nafsu yang diperturutkan. (3) Ta’ajub seseorang akan dirinya.

‘Ujub itu adalah penyakit hati,maksiat batin yang tercela.Serupa keadannya dengan ,riya,takabbur sum’ah,hasad, yang seharusnya janganlah kita sampai kemasukan sifat ‘ujub itu disegala ‘amal, kerja,karya dan usaha kita.

Imam Ghozali mengatakan ;Bermula hakikat ‘ujub itu,yaitu ta’ajub yang terbit dihati dengan sangkanya,akan dirinya itu bersifat dengan sifat sempurna dari pada ‘ilmu atau ‘amal,serta lupa menyandarkan yang demikian itu,kepada Allah swt,dan merasa aman atau sentosa dari pada hilangnya.

Jelaslah,bahwa ‘ujub itu adalah suatu penyakit batin atau penyakit jiwa.Dimana seseorang merasa bahwa dia telah dalam tarap yang sempurna,tidak merasa ada kekurangan.Dia merasa ta’ajub banyak mengerjakan ‘amal,banyak bersedekah.Kemudian kesempurnaan yang diperolehnya itu, dianggapnya adalah hasil usahanya sendiri.Dia lupa bahwa apa yang telah dicapainya itu adalah rahmat,karunia dari Tuhannya.Dan dia merasa pula,bahwa kesempurnaan yang diperolehnya itu,akan tetap abadi dimilikinya.Dengan demikian jelaslah kepada kita,bahwa ‘ujub itu dapat meliputi berbagai macam keadaan.

Ada ‘ujub karena harta,ada ‘ujub karena kecantikan,ada ‘ujub karena pangkat,ada ‘ujub karena jabatan,ada’ujub karena ‘amal akhirat,dsb.Masing2 orang2 yang ‘ujub itu,merasa dirinya sudah sempurna.Ia lupa bahwa kalau ia kaya,masih banyak orang yang lebih kaya dari padanya.Kalau ia berpangkat,ia lupa masih banyak orang yang lebih tinggi pangkatnya dari pada dia.Kalau ia orang yang ber’amal ia merasa ta’ajub pada ‘amal dan ‘ibadah yang dilakukannya.Dia merasa sudah banyak berwaqaf,dia merasa sudah banyak sholat2 sunnatnya,dia merasa sudah banyak ‘amal ‘ibadahnya,merasa sudah banyak tilawah Al qur-annya,banyak sedekahnya,Ia lupa,padahal masih banyak orang2 yang sholeh,yang lebih kuat ber’amal,ber’ibadah dari pada dia.

Akhirnya karena perasaan ‘ujub itu sudah mendalam dihatinya,maka datanglah perasaan som bong dan takabburnya.Dia merasa dia sajalah yang ‘alimnya,dia sajalah rasanya yang pandainya, dia sajalah rasanya yang wara’ dan khusu’nya,akhirnya lupalah dia,bahwa segala sesuatu yang ada padanya itu,adalah kurnia dari Allah swt.Ia menyangka bahwa apa yang diperolehnya itu adalah hasil dari usahanya sendiri.Maka jika demikian,kita lihatlah orang2 yang seperti ini,jika dia berpangkat,berjabatan,maka ia mempergunakan pangkat dan jabatannya itu tidak lagi pada jalan yang digariskan Allah swt.Kalau ia berharta,hartanya tidak lagi dinafkahkan pada jalan yang mardhiah,tetapi diamblaskannya serta difoya2kannya kejalan yang maksiat

Kalau seseorang ‘ujub karena mempunyai keahlian,keahliannya itu diselewengkannya dari ajaran/putunjuk Allah swt.ia merasa aman dengan apa yang diperolehnya dan dimilikinya,ia lupa bahwa disatu2 masa,Allah dapat saja mencabut nikmatnya dari hambanya.Kalau sudah mengkehendaki berbuat,siapa yang dapat menghalanginya.

Justru karena itu ,’Ujub itu adalah suatu sifat yang sangat tercela,suatu penyakit batin yang sangat berbahaya,suatu maksiat yang dapat membuat celaka,yang hendaknya haruslah kita berusaha untuk mengkikisnya dari hati sanubari kita.Jauhkanlah dari bersipat ‘ujub disegala bidang,yakni dengan jalan selalulah mengingat Allah swt,dimana saja kita berada.

Selalulah kita mengingat bahwa kita ini hamba Allah,bukan hamba syetan,bukan hamba hawa nafsu.Kita ingat bahwa kita akan kembali kehadirat Allah pada masa yang tak seorangpun dapat mengetahui bila waktu atau saatnya dan dimana tempatnya.Kaya atau miskin,yg pandai atau yang bodoh,yang gemuk atau yang kurus,hartawan atau usahawan,pangkat tinggi atau rakyat biasa,tua atau muda,lelaki atau perempuan,semua akan digotong kekuburan bila Izroil sudah memanggil. Karena itu Rasulullah memesankan dan mengatakan kepada sahabat2nya,agar mereka jangan ‘ujub pada ‘amalnya,pada kerjanya,pada karyanya,pada keadaannya maupun pada ‘ibadahnya,tetapi laksanakanlah dan kerjakanlah suruh perintah Allah itu dengan hati yang ikhlas, dan jauh dari rasa riya,sum’ah,takabbur,dan ‘ujub.Semoga saja hendaknya hidup dan kehidupan kita tetap dalam ketaqwaan dan keikhlasan adanya.

“Hai orang2 yang beriman,,janganlah kamu mengikuti langkah2 syetan,barang siapa yang mengikuti langkah2 syetan,maka sesungguhnya syetan itu,menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar,sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmatnya kepada kamu sekalian,niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih ( dari perbuatan2 keji dan mungkar itu ) selama2nya.Tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendakiNya dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui. ( QS An-Nur 21 )

0 comments:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More