02 November, 2008

Kafir tersembunyi

Jika seorang manusia tidak waspada akan Mata Allah yang selalu
mengawasinya dimanapun - di setiap waktu , maka dia bukanlah seorang
mukmin. Kalian harus membayangkan dalam hati, bahwa Mata Allah selalu
bersama kalian. Jika kalian melupakan "Mata Tuhan" maka kalian
sedang dalam genggaman ego.

Jika seorang manusia melakukan perbuatan yang tidak disenangi Allah,
Nabi dan Awliya, maka dia di golongkan sebagai seorang "kafir
tersembunyi" . Kita diperintahkan untuk membersihkan diri kita baik
berupa kufr yang nampak dan yang tidak tampak. Untuk itu kalian harus
waspada akan perbuatan yang terlihat mata dan juga perbuatan yang
tersembunyi. Perhatikan setiap tingkah laku dan yang akan kalian
kerjakan, sehingga semuanya membuat Allah, Nabi dan Awliya bahagia.
Jika perbuatan itu membuat "Mereka " bahagia, maka boleh kalian
kerjakan, jika tidak, kalian harus meninggalkannya.
Jika seorang manusia menimbang segala perbuatannya didunia ini, maka
tidak akan ada yang perlu ditimbang lagi saat Hari Pengadilan nanti.
Nabi bersabda : " Adalah lebih membahagiakan bagi Allah jika
seseorang duduk sejam untuk berpikir dan menimbang segala
perbuatannya daripada dia beribadah selama 70 tahun." Mengapa ?
karena kalian bisa menghapus 70 tahun ibadah dengan sebuah perbuatan
yang Allah tidak meridhainya; namun jika kalian menimbangnya dulu
dengan merenungkannya, maka kalian mampu meninggalkan perbuatan itu
dan menghindari petakanya.

Death Experiences
by Susan Fine

Saya akan bercerita tentang sebuah rahasia. Kadang-kadang hati dan
nafas saya berhenti untuk sekian menit, ya saya meninggal... dan saya
pergi menuju neraka.
Banyak orang mengira diri mereka baik, melupakan atau tidak peduli
dengan keburukan yang mereka lakukan. Jika mereka percaya akan
neraka, mereka mengira seseorang dimasukkan kesana sebagai hukuman,
tinggal selamanya di sana. Guru-guru sufi kami mengajarkan bahwa
kitalah yang menghukum diri sendiri dan mengirim ke neraka atau
kesurga. Neraka bukan sebagai tempat hukuman, tapi untuk
pembersihan. Inilah hal yang paling susah, paling berat untuk
membersihkan diri, sedangkan kita tidak tahu tentang hal itu.

Orang-orang suci membersihkan pengikutnya sebelum mereka meninggal.
Cintailah para nabi, guru-guru, awliya – semoga rahmat tercurah pada
mereka. Dan ajaran pada kitab suci menyiapkan kita untuk surga.

Tiap saya " meninggal ", saya temukan tempat berbeda-beda di neraka.
Ada satu tempat dimana saya melihat segala hal buruk yang telah saya
lakukan dengan anggota badan ini. Segala hal yang tidak kita ingat,
perbuatan buruk yang sama sekali tidak kita sadari, tubuh ini begitu
menderita saat kita memukul orang , membanting pintu, memukul
dinding atau berjalan bagai bulldozer diatas bumi tanpa menghormati
Tuhan dan ciptaan-Nya. Semua orang yang berada di tempat itu amat
menderita, terus menerus menangis. Saya berada disana saat berusia
12 tahun. Sungguh tempat yang mengerikan. Sayapun menangis, " Ini
tidak adil ! saya hanya seorang anak kecil! saya tak tahu tempat apa
ini dan apa yang membuat saya datang ke sini. "
Lalu ada sebuah suara : "Itulah yang dikatakan semua orang yang
berada disini," saya mendengar ribuan orang menangis, mengatakan
hal yang sama. Sebagian dari mereka sudah sangat tua, mereka
meraung –raung, " Saya masih kecil waktu itu, saya tidak tahu apa-
apa."

Ada lagi tempat yang lebih mengerikan, dimana kalian mendengar
segala hal buruk yang pernah terucap oleh lidah , kata-kata yang
dulu pernah kalian tujukan pada orang-orang, bahkan kata-kata yang
kalian tidak sadar bahwa itu menyakitkan bagi mereka; bercanda yang
mengakibatkan sakit hati ; kata-kata fitnah ; setiap ucapan yang
pernah diteriakkan atau dibisikkan secara rahasia ; setiap teguran
keras ; tuduhan yang salah; hinaan ; semuanya kembali berteriak pada
kalian di tempat ini dan tubuh terasa amat pedih terbakar oleh api
namun sama sekali tidak hancur. Saat itu saya berusia 18 tahun
karena kasus pneumonia. Sebuah tempat dimana hanya ada api, suara-
suara, rasa malu dan kepedihan.

Kemudian ada tempat yang lebih parah lagi, dimana segala pikiran
buruk timbul ; saat-saat dimana kita meragukan Tuhan, marah dan
jijik akan ciptaan-Nya, menyesali diri sendiri atau merasa superior
dibanding yang lain. Semua dosa ini terjadi dalam pikiran, semua
diperlihatkan pada kalian dan pikiran-pikiran itu seperti menggigit
dan mendorong kalian. Kalian tahu bahwa pikiran itu tidak terbatas
dan dipenuhi dengan penderitaan yang tidak terbatas pula, sungguh
sangat menyiksa. Sangat susah untuk pergi dari tempat itu, pikiran
kita tak mampu kabur dari sana. Bahkan untuk menghafal satu doa
saja, pikiran kita susah melakukannya. Tidak ada memori, pikiran
buruk masa lalu terus menerus muncul, berulang-ulang. Jika satu do'a
muncul spontan di kepala, satu kali saja, menyebut salah satu nama
Allah yang terlintas dipikiran - maka semuanya menjadi diam,
kepedihan hilang, dan kita dapat pergi meninggalkan tempat itu -
namun kegaduhan itu membuat kita susah untuk mencari ketenangan.

Orang-orang yang pernah meninggal, pergi ke tempat-tempat seperti
itu. Lalu kembali ke raganya saat dokter menekan alat-alat pada
tenggorokan, memompa jantungnya agar bisa berdenyut kembali. Mereka
lalu berkata ," Oh, jika saya hafal satu doa, maka di dalam neraka
sana, doa itu tidak akan pernah terlupakan. Dan jika tujuan saya
hanya Tuhan saja maka saya akan selamat. " Namun untuk selanjutnya
mereka akan berpikir, " Pasti saya sudah berpikiran yang bukan-bukan
waktu tidak sadarkan diri."

Yang paling tidak enak adalah setelah kalian pergi ke neraka, nafas
kalian berhenti, jantung berhenti berdetak, lalu Tuhan membuat
semuanya "hidup" lagi. Kalian kembali pada kehidupan dengan
kenyataan bahwa sekarang kalian bukanlah tubuh yang berkeliaran di
dunia ini, bukan pula lidah dan suara-suara yang bisa bernyanyi
ataupun mengumpat seenaknya, bukan pula pikiran yang berkelana dan
dipenuhi gambaran-gambaran menyenangkan. Kalian telah sadar bahwa
kehidupan ini bukan untuk selamanya, kematian bukanlah final, tidak
satupun yang pasti, siapapun kalian, jutaan orang di bumi atau di
neraka tidak lebih baik atau lebih buruk dari kalian sendiri,
kalianpun merasa sendirian.

"Kesadaran" mampu meninggalkan suatu tempat, menuju kemanapun
didunia ini atau bahkan ke tempat-tempat di neraka dan di surga.
Selubung diangkat saat terjadi kematian, tali telah dipotong saat
kembali pada kehidupan ini, dan segala hal yang dikira baik atau
penting sebelum hal ini terjadi, sekarang menjadi tidak berarti sama
sekali.

Memahami Spiritualitas Dengan Hati
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani


Khidir a : " Kapan Adam diciptakan ?"
Jibril as : "Adam yang mana yang kamu bicarakan ?"
Khidir as : " Bukankah Adam-mu sama dengan Adam-ku ?"
Jibril as : " Itu Adam yang terakhir. Ada 124.000 Adam-
Adam yang telah datang dan pergi. Setiap dari mereka mempunyai
Hari Kiamat, dan sekarang kita sedang berada di masa Adam yang
terakhir."
Khidir as : " Jadi kapan sebenarnya Allah menciptakan
dunia ini ?"
Jibril as : " Aku akan memberitahumu apa yang aku tahu
saja."
Khidir as : " Aku sedang mendengarkan. Ceritakanlah! "

Jibrilpun mulai bercerita, " Suatu ketika, aku bertanya pada Allah
agar menunjukkan Ciptaan-Nya padaku. Allah berkata padaku, `Ya
Jibril, pergilah ke tempat itu dimana kamu akan mendapat
pengetahuan. ' "

Ketika turun membawa wahyu untuk Nabi, Jibril hanya menggunakan 2
sayap dari 600 sayap-sayap yang beliau punyai. Hanya dengan kedua
sayapnya, cukup untuk menutupi tempat antara tempat asalnya sampai
ke bumi. Beliau tidak membuka seluruh sayapnya, karena terlalu kecil
jaraknya. Namun ketika Allah memintanya untuk pergi ke suatu tempat,
Jibril mengatakan :

"Aku buka seluruh sayapku untuk pergi ke tempat itu, dengan kecepatan
yang Allah berikan padaku yang tidak seorangpun mengetahuinya. Aku
terus terbang dan terbang dalam Waktu Allah. Ketika aku merasa lelah,
akupun berhenti. Ketika aku berhenti, aku melihat semua waktu dan
jarak yang telah kutempuh seperti lautan pasir kristal. Kristal-
kristal itu amat kecil dan bercahaya. Lalu aku bertanya pada
Allah :'Tempat apakah ini ?' Tuhan-pun menjawab : `Ini hanyalah sudut
yang sangat kecil dari tempat yang Aku maksud. Ini belum sampai di
pertengahan `tempat' itu.'

"Aku kembali membuka sayap-sayapku dan terbang menjelajah `Waktu'
lainnya, dua kali besarnya dari waktu yang pertama. Namun masih saja
aku belum sampai di tengah `tempat' yang aku tuju, dimana-mana hanya
terlihat kristal-kristal kecil dan mengkilap. Pada akhirnya, Allah
berkata kepadaku, ` Ya Jibril, sekarang mintalah untuk terbang dengan
Kekuatan-KU. " Lalu dengan Kekuatan Allah, aku bergerak dengan
kecepatan yang tidak akan pernah terbayangkan oleh manusia. Sampailah
aku di pertengahan `tempat ` itu. Aku melihat sebuah pohon berwarna
hijau dan seekor burung yang juga berwarna hijau bertengger disana.
Setiap detik burung itu terbang turun, kemudian mengambil sebutir
kristal, memakannya dan terbang kembali ke atas pohon. Akupun
bertanya,
'Ya Allah, apakah itu ? `
`Burung itu adalah kekasih-Ku Muhammad saw.'
`Dan apakah kristal-kristal itu ?'
`Setiap butir kristal itu adalah sebuah jagad raya yang berbeda-beda.
Muhammad adalah Nabi bagi seluruh jagad raya itu. Apa yang sedang
kamu lihat adalah Ciptaan-Ku yang tiada batas akhirnya. Dan Muhammad
saw adalah Nabi-Nabi mereka, Awliyanya adalah 124.000 awliya. Begitu
Nabi memakan butiran jagad raya itu, Akupun menciptakan yang baru,
dan hal itu tidak akan pernah berakhir.'

Itulah kebesaran Nabi kita, jangan pernah meremehkan kekuatan
beliau. Kadang ketika saya mengatakan apa yang saya dengar dari
Syaikh, saya menggunakan ` kata-kata yang menyilaukan' sehingga
membuat hati bahagia, namun dibalik itu ada ribuan dan ribuan
rahasia serta hikmah yang tiada batas dari Samudra Pengetahuan yang
tidak akan pernah berakhir. Kami tidak akan berhenti berbicara dan
pengetahuan itu tidak akan pernah ada akhirnya. Sebagaimana Ciptaan
Allah tidak pernah berakhir, pengetahuanpun tidak akan pernah
berakhir ; karena ilmu pengetahuan adalah Ciptaan Allah juga.

Pikiran kita adalah pikiran yang diciptakan. Dengan pikiran yang
terbatas, kalian tidak akan mampu memahami apa yang tidak terbatas.
Pikiran hanya terbatas pada pengetahuan yang dimilikinya. Kalian
tidak akan mampu memahami Tuhan dengan pikiran itu. Pikiran tidak
mungkin memahami Yang menciptakannya. Sesuatu yang diciptakan tidak
akan mampu memahami Penciptanya. Namun hati mampu.

Wa quli-r-ruhu min amri Rabbik. Firman Allah dalam Qur'an : "Ya Nabi,
katakan pada umatmu bahwa ruh dan jiwa berasal dari-Ku." Karena
itulah, kita mampu memahaminya. Pikiran dan tubuh berasal dari bumi
sedang ruh berasal dari Allah. Wa nafakhtu fihi min ruhi " Telah Aku
tiupkan Ruhku pada Adam." Itulah mengapa Tuhan memerintahkan iblis
untuk bersujud, bukan bagi tubuh Adam, namun bagi ruhnya, karena ruh
itu berasal dari Allah.

Jadi, dengan memusatkan diri melalui roh. kita bisa memahami
kearifan dan pengetahuan yang tersembunyi. Apakah penghalang antara
kita dalam menggunakan roh? yaitu ego kita. Saya menghadapi masalah
di Amerika ini, mereka selalu mengatakan,
" Kami telah diajari untuk bangga pada diri sendiri sejak kami kecil.
Untuk meninggikan ego kami." Saya katakan bahwa itu adalah senjata
setan yang paling merusak untuk menyerang kalian. Hal itu dibenarkan
bila kalian bangga karena melakukan sesuatu yang baik. Namun ego-pun
akan mengecoh kalian dengan senjata itu – kesombongan – agar kalian
jauh dari spiritualitas.

Seperti menatap sebuah cermin. Pecahkan cermin itu dalam hati kalian
dan jangan pernah lagi memandang diri sendiri pada cermin itu. Yang
nyata bukanlah gambaran yang ada di cermin, tapi yang diluar cermin.
Tanpa ego, kalian akan mencapai kenyataan hakiki.

Wa min Allah at-tawfiq bi hurmat al-Fatiha

Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Qubrusi al-Haqqani

29 August, 2008

Keistimewaan Bulan Ramadhan dan Doa-doa Pilihan

Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar. Semua amal soleh yang
dilakukan pada bulan ini akan mendapat balasan lebih banyak dan lebih baik. Oleh karena
itu kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebajikan dan meninggalkan
kemaksiatan. Diantara keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan tersebut, disebutkan
dalam beberapa riwayat:

1. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka
ditutup dan setan-setan pun dibelenggu. Pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang
nilainya lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ
الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk
berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup,
para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik
dari seribu bulan. (HR. Ahmad)

2. Allah SWT membebaskan penghuni neraka pada setiap malam bulan Ramadhan. Rasulullah
SAW bersabda:

إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا
بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ
وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-­setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka
ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan
tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang
yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah
dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka.
(HR Tirmidzi)

3. Puasa bulan Ramadhan adalah sebagai penebus dosa hingga datangnya bulan Ramadhan
berikutya. Rasulullah SAW bersabda:

اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ

Jarak antara shalat lima waktu, shalat jum’at dengan jum’at berikutnya dan puasa
Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-­dosa yang ada diantaranya,
apabila tidak melakukan dosa besar. (HR Muslim)

4. Puasa Ramadhan bisa menebus dosa-dosa yang telah lewat, dengan syarat puasanya
ikhlas. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka
akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)

5. Barangsiapa memberi buka orang yang puasa maka mendapat pahala sebanyak pahala orang
puasa tersebut.

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّا ئِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ

Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka
dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi
sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut. (HR Ahmad)

6. Sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan.

أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ

Rasulullah SAW pemah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu
sedekah dibulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)

7. Orang yang banyak beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan, maka dosa-­dosanya
diampuni oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala,
maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)

8. Doa orang yang berpuasa adalah mustajab Rasulullah SAW bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa
orang yang teraniaya. (HR Baihaqi)

9. Puasa dan ِAl-Qur’an yang dibaca pada malam Ramadhan akan memberi syafaat kepada orang
yang mengerjakannya kelak dihari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:

اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ
فَشَفِّعْنِى فَيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ

Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa
berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”, ِAl-Qur’ an juga
berkata: “Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.”
Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat.” (HR Ahmad)

10. Orang yang melaksanakan Umrah pada bulan Ramadhan maka mendapat pahala seperti
melakukan Haji. Rasulullah SAW bersabda:

فَإِنَّ عُمْرَةَ فِيْ رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Sesungguhnya umrah dibulan Ramadhan sama dengan pahala haji. (HR Bukhari)

Doa-Doa Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan mulia, penuh berkah dan mustajab, maka kita sangat
dianjurkan banyak berdoa. Diantara doa-doa penting dibaca pada bulan Ramadhan adalah:

1. Doa Bulan Rajab dan Sya'ban Menyambut Ramadhan:

اَللَّهُمَّ باَرِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْناَ رَمَضَانَ

"Ya Allah, berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya'ban dan pertemukan kami dengan bulan
Ramadhan." (HR Ahmad)

2. Doa Lailatul Qadr:

اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا

Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Dzat Maha Pengampun lagi Maha Pemurah, senang pada
ampunan, maka ampunilah kami, wahai Dzat yang Maha Pemurah. (HR Tirmidzi)

3. Doa Shalat Witir:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّْوْسِ

Maha Suci Engkau penguasa yang memiliki kesucian. (HR Nasai)

سُبُّوْحٌ قُدُّْوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلائِكَةِ وَالرُّوْحِ

Maha Suci Engkau Dzat yang memiliki kesucian, Tuhannya para Malaikat dan Ruh. (HR
Daruquthni)

4. Menjelang Berbuka Sebaiknya Membaca doa:

أشْهَدُ أنْ لاَإلَهَ إلاَّ اللهُ أسْتَغْفِرُ اللهُ أسْألُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

Saya bersaksi tidak ada Tuhan Selain Allah, Saya mohon ampun kepada Allah, Saya mohon
Ridha-Mu, Surga­Mu dan selamatkanlah saya dari neraka." Mu dan selamatkanlah saya dari
neraka.

5. Doa Buka Puasa

اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَاءُ وَابْتَلَّتْ العُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأجْرُ إنْ شَاءَ اللهُ

Ya Allah, Aku berpuasa hanya untuk-­Mu dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Hilanglah rasa
haus, tenggorakan menjadz basah, semoga pahala ditetapkan, insya Allah." (HR Abu Dawud)

6. Jika Berbuka di Tempat Saudara dianjurkan mengucapkan:

أفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُوْنَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمْ اْلأبْرَارَ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلاَئْكَةُ

Telah berbuka di tempatmu orang-orang yang puasa. Orang-orang baik memakan makanan
kalian, dan para malaikat mendoakan kalian." (HR Abu Dawud)
.................................................................
KH A Nuril Huda
Ketua PP Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)